Page 9 - WAB_053
P. 9

Di dalam Ajaran Sosial Gereja,   karya-Nya dengan berdoa semalam-malaman,   kita kepada saudara-saudara yang meninggal
 sebenarnya banyak nilai yang   kemudian memilih para rasul, kemudian   dunia. Kita memberi sesuatu dengan semangat
 ditawarkan. Dalam 5 tahun   berkarya. Yesus mengadakan waktu untuk   membantu orang lain (subsidiaritas). Tetapi
 ARDAS KAJ ada 5 nilai yang   memperhatikan diri sendiri, yaitu berdoa.  jika kita termasuk orang mampu, maka ‘dana
 diperhatikan supaya kita bisa                                 solidaritas’ bisa tidak kita ambil. Sikap iman
 fokus mau merefleksikannya      Kita berharga di mata Tuhan karena   ini pasti mengalir dari kesadaran ‘saya dicintai
 bagaimana:  kita adalah gambar dan rupa Allah. Tuhan          Tuhan’, dari pengalaman iman. Bukan apa yang
           memberkati saya. Bagaimana saya tahu?               bisa aku dapatkan dari gereja. Karena Tuhan
 1.   Martabat manusia  Karena kita tidak bisa hidup sendiri, kita selalu   sudah memberi banyak pada kita, kemudian
 2.   Kesejahteraan bersama  mendapat pertolongan orang lain. Sedari lahir   apa yang bisa kita berikan pada orang lain.
 3.   Solidaritas dan subsidiaritas  kita selalu mendapat pertolongan orang lain
 4.   Kepedulian lebih kepada    yaitu orang tua kita. Kalau Tuhan dan orang-     Tahun berikutnya kita akan berfokus
     yang lemah dan miskin  orang lain mengasihi diri kita, maka kita sendiri   pada nilai Perhatian Lebih Pada KLMTD (kecil,
 5.   Keutuhan alam ciptaan  harus mengasihi diri kita sendiri.  lemah, miskin, tersingkir, disabilitas). Ada
                                                               kata ‘Lebih’ yang disematkan. Memang kita
 Jika digambarkan sebagai      Setelah bisa mengasihi diri sendiri,   sudah memberi perhatian kepada KLMTD,
 lingkaran di dalam lingkaran,   kita maju ke pertanyaan “apa yang bisa saya   tapi kita akan mengamalkannya dengan ‘lebih’
 maka penghormatan martabat   bagikan ke komunitas?” Di dalam keluarga   bernilai. Kita menghormati martabat orang
 manusia adalai nilai paling   kita bukan lagi saling menerima kekurangan,   lain, bukan karena dia memiliki sesuatu, malah
 dalam/dasar dari nilai-nilai yang   melainkan saling melengkapi kekurangan. Kita   kita memberi perhatian ‘lebih’ kepada yang
 lain. Dari manakah nilai-nilai   mendapat perutusan untuk menghadirkan   tidak memiliki sesuatu. Kata kuncinya adalah
 ini bisa kita sarikan? Apakah ini   rupa Allah di dalam keluarga/komunitas.   ‘mengamalkan cinta kasih’.
 nilai-nilai yang diajarkan Yesus   Bentuknya adalah dengan kita menghormati
 atau bukan? Jawabannya adalah:   diri sendiri. Caranya bisa dengan berdevosi dan      Poin terakhir adalah ‘Keutuhan Alam
 berangkat dari refleksi iman   membangun kehidupan rohani. Akhirnya kita   Ciptaan’. Hal ini bukan hanya tidak membuang
 dalam kitab suci. Memang bukan   bisa bersaksi ke komunitas lebih luas. Apa yang   sampah sembarangan. Kita ingin menjaga
 karena refleksi kita saja sebagai   kita lakukan didasari kesadaran sebagai orang   komunitas kehidupan manusia ini yang utuh
 manusia, melainkan karena   kristiani yang dicintai Tuhan, kemudian “apa   dan baik karena Tuhan menciptakan semuanya
 dituntun Tuhan.  yang bisa kita lakukan.”                     baik adanya. Manusia adalah sebagai rekan
                                                               kerja Allah untuk memelihara bumi, air, tanam-
                  Untuk ARDAS tahun berikutnya kita            tanaman, dan sebagainya. Gerakan-gerakan
  Di dalam Markus 12:30-31   berfokus pada nilai Kesejahteraan Bersama.   yang akan kita lakukan bisa berupa ‘bagaimana
 tertulis “Kasihilah Tuhan, Allahmu,   Kembali ke pertanyaan: apa yang mau kita   kita bijak menggunakan media elektronik’,
 id.pinterest.com/pin/475340935667929941/  lakukan dalam pemulihan paska pandemi?
 dengan segenap hatimu dan                                     ‘gerakan menanam pohon’, dan lain-lain.
 dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal   Sebagai komunitas kita akan berpikir: mulailah   Dasarnya adalah karena kita ingin menghargai
 Ajaran Sosial Gereja menurut Paus Fransiskus   budimu dan dengan segenap kekuatanmu. Dan   dengan hal-hal yang sederhana. Contohnya   diri kita dan sesama manusia.
 adalah “prinsip, pedoman, ukuran bagi budaya   hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu   adalah doa. Mulailah dengan komunitas yang
 peduli demi perdamaian untuk ambil tindakan   manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum   berdevosi untuk membangun kekuatan rohani.      Mari melayani bersama dengan
 yang tepat sebagai orang Katolik”. Maksudnya   lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini.”   Dari kegiatan-kegiatan doa yang kita bangun,   semangat Gembala Baik dan Murah Hati. (wab)
 adalah: ada tanda-tanda di dunia kita. Lalu apa   Jadi ada 2 hukum. Pertama adalah kasihilah   kita akan menemukan jalan berikutnya, yang
 yang kita perjuangkan dengan adanya tanda-  Tuhan, Allahmu. Kedua adalah kasihilah   berangkat dari pengalaman iman (pengalaman   Sumber :
 tanda itu? Peduli. Kepedulian itu adalah demi   sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.   doa). Pertanyaannya bukan “mengapa Tuhan
 kita mengambil tindakan yang tepat sebagai   Kalimat ini bisa direfleksikan sebagai: mengasihi   membuat aku menderita di masa pandemi   Materi Rm. Anton Baur, Pr pada RAKA Paroki
 orang Katolik.  Tuhan, mengasihi sesama, dan mengasihi   ini?” melainkan “Tuhan, apa yang Kau mau aku   Villa Melati Mas 2021
 diri sendiri. Di balik “kasihi sesamamu”, di   lakukan di masa dan paska pandemi ini?”. Apa
    Nilai Ajaran Sosial Gereja akan menjadi   dalamnya ada termasuk nilai “bagaimana kita   yang bisa aku lakukan untuk Mu? Kalau anda
 akar. Kalau akar kuat maka akan tumbuh dahan,   mengasihi diri sendiri”. Artinya jika kita tidak   bisa sampai pada pertanyaan ini, maknanya
 kemudian ranting, kemudian daun dan akhirnya   bisa mengasihi diri sendiri, bagaimana bisa   akan besar sekali.
 berbuah. Demikian juga dengan Ajaran Sosial   mengasihi sesama? Bagaimana bisa mengasihi
 Gereja: akan menjadi nilai-nilai praktis yang   Tuhan? Di dalam Penghormatan Martabat      Setelah itu kita akan berfokus pada nilai
 baik. Yang bisa diukur. Tapi jangan jatuh ke   Manusia pertama-tama adalah kita harus   Solidaritas dan Subsidiaritas. Solidaritas adalah
 dalam ‘ukuran’ tersebut. Ukuran hanya sarana   mengasihi diri sendiri. Yesus sendiri sudah   tanggung jawab. Subsidiaritas adalah memberi
 untuk mengetahui apakah kita punya iman yang   memberikan teladan. Tuhan Yesus mengawali   dukungan kepada orang lain. Contoh nyata
 mendalam.  adalah Santo Yusuf, sebagai bentuk support






                                                                                                   WARTA AMBROSIUS     9
   4   5   6   7   8   9   10   11   12   13   14